Tips Membeli Rumah di Bintaro

Memiliki rumah di daerah Jakarta Selatan memang hal yang sangat menyenangkan. Tujuan memiliki rumah ini mungkin tidak akan digunakan sebagai hunian tempat tinggal.

beli rumah dijual bintaro

Biasanya pemilik rumah hanya akan mengunjungi rumah saat libur. Pemandangan di daerah sekitar Bintaro memang menjadi daya tarik yang sangat besar. Anda bisa merasakan liburan yang menyenangkan bersama keluarga.

Tapi jika Anda ingin membeli rumah di dataran tinggi baik perbukitan maupun Bintaro, maka tidak bisa dilakukan dengan cara yang biasa.

Daerah Bintaro memiliki resiko yang lebih besar terhadap macet dan tingkat kenaikan harga rumah yang tinggi. Berikut ini adalah beberapa tips untuk membeli atau membangun rumah di Bintaro.

Gunakan Jasa Profesional

Menggunakan jasa profesional akan menjadi bagian yang sangat menguntungkan. Membangun rumah di daerah Bintaro membutuhkan strategi dan perhitungan secara detail. Hal ini dilakukan untuk menghindari berbagai resiko buruk seperti tanah longsor atau berbagai bencana alam lain. Jasa profesional biasanya melibatkan arsitek dan pakar pertanahan. Mereka akan mengukur kemiringan tanah, tingkap daya penyerapan air, dan tingkat resiko yang mungkin bisa terjadi karena faktor alam. Dalam hal ini Anda membutuhkan seseorang yang sudah profesional dan memiliki rekaman pengalaman yang baik.

Agen properti di Bintaro:

  • RayWhite Bintaro Jaya
  • Century 21 Bintaro
  • Champion 1 Property Bintaro Jaya
  • ERA Radiant

 

Perhatikan Kondisi Tanah Saat Memilih Lokasi

Anda bisa mendapatkan rumah di kawasan Bintaro dengan cara mencari tanah secara langsung, survei lokasi maupun dari agen properti. Untuk memilih jenis tanah yang akan digunakan untuk mendirikan bangunan maka Anda harus melihat penampakan fisik tanah. Cara ini digunakan untuk melihat kontur tanah, tingkat penyerapan air, tingkat kemiringan tanah dan sifat tanah. Jika Anda memilih jenis tanah yang terlalu miring maka kemungkinan rumah akan rentan terkena tanah longsor. Jadi Anda bisa melihat berbagai pertimbangan sebelum melakukan transaksi pembelian.

Perhatikan Kondisi Fisik Rumah saat Membeli Rumah Bekas

Banyak orang yang minat dengan beberapa rumah atau vila yang sudah jadi di wilayah Bintaro. Bagi beberapa orang cara ini lebih menguntungkan karena Anda tidak perlu mendirikan rumah dari awal dan rumah sudah siap digunakan. Namun ada beberapa hal yang harus Anda lakukan untuk memilih jenis rumah ini. Pertama adalah lihat bagaimana kondisi rumah. Apakah rumah itu masih memiliki bangunan yang kokoh? Apakah rumah dibangun atau didirikan dengan material dasar bangunan yang tahan terhadap perubahan kondisi tanah atau lingkungan.

Perhatikan Fasilitas dan Kemudahan dari Lingkungan

Ada banyak hambatan yang terjadi ketika Anda ingin memakai rumah di Bintaro sebagai rumah tempat tinggal. Salah satunya adalah masalah lokasi yang sulit dijangkau. Rumah yang didirikan di Bintaro biasanya tidak memiliki fasilitas yang memadai termasuk untuk jangkauan komunikasi dan trasportasi. Jadi, ketika Anda ingin memakai rumah di Bintaro sebagai rumah tempat tinggal maka sebaiknya memilih lokasi dengan akses yang lebih mudah.

Mall yang ada di area Bintaro:

  • Bintaro Exchange
  • Plaza Bintaro
  • Bintaro Trade Center

Rumah Sakit di daerah Bintaro

  • Rumah Sakit Dr. Suyoto
  • Rumah Sakit Premiere Bintaro
  • Rumah Sakit Kostrad

Pertimbangan Biaya yang Sesuai – Harga dibawah 500 juta

Rumah yang didirikan di atas tanah Bintaro memang terlihat sangat menawan. Hampir semua orang suka dengan tekstur rumah yang didirikan di Bintaro. Tapi selain bentuk bangunan dan semua faktor yang sangat menarik, maka rumah ini biasanya dijual dengan harga yang tinggi. Jika Anda menemukan rumah dengan harga yang lebih rendah,maka Anda justru harus berhati-hati. Rumah yang dibangun di Bintaro membutuhkan tehnik khusus, material yang sesuai dengan kebutuhan tanah dan sistem kontruksi yang lebih rumit. Jadi jika Anda ingin membeli rumah di Bintaro baik rumah yang sudah jadi atau harus dibangun maka pertimbangkan beberapa faktor tersebut.

7 Cara Menjual Rumah Dengan Cepat

Cara menjual rumah dengan cepat ternyata salah satu pengetahuan yang cukup banyak ingin diketahui banyak orang, seperti yang kita ketahui bersama bahwa pada kenyataannya menjual rumah bukanlah perkara mudah tapi juga bukan hal yang sulit.

rumah murah dijual
mencari harga rumah yang tepat agar cepat laku terjual

 

Tapi semuanya tentu ada caranya baik itu menjual rumah, ruko, tanah maupun berbagai jenis property yang biasanya dibeli juga sebagai barang investasi yang paling menguntungkan karena setiap tahun harganya selalu meningkat.
Strategi penjualan ternyata bukan hanya dibutuhkan oleh para pengusaha yang menjual produk agar cepat laku, tetapi dalam menjual rumah Anda juga perlu mengetahui jurus atau cara menjual rumah dengan cepat yang jitu agar dapat bisa mendapatkan pembeli yang cepat dengan harga yang sesuai dengan keinginan Anda.

  1. Lakukan perbaikan atau renovasi ringan sebelum menjual agar rumah nampak rapi, bersih, dan siap untuk dihuni, Hal ini penting karena umumnya pembeli akan lebih tertarik untuk membeli rumah yang sudah siap untuk ditempati dan tidak ingin direpotkan dengan berbagai urusan perbaikan-perbaikan yang tentu akan mengeluarkan biaya tambahan.
  2. Sebaiknya tawarkan terlebih dahulu rumah Anda kepada tetangga, keluarga, atau teman-teman, karena mungkin saja mereka ada rencana untuk membeli rumah, selain itu secara tidak langsung mereka bisa membantu untuk memasarkan rumah Anda.
  3. Pastikan harga rumah yang Anda tentukan sesuai dengan harga pasaran yang ada, Anda bisa meninggikannya dari pasaran rumah disekitar Anda, apabila letaknya strategis, dekat dengan fasilitas umum dan memiliki lingkungan yang nyaman.
  4. Bila Anda pengguna aktif internet, sebaiknya gunakan internet untuk mempromosikan rumah Anda, bisa melalui sosial media seperti facebook, twitter ataupun blog khusus jual beli rumah.
  5. Pasanglah iklan didepan rumah dengan menggunakan papan yang ukurannya tidak terlalu besar namun memiliki tulisan dan warna yang mencolok, sehingga menarik perhatian siapa pun yang melewatinya.
  6. Bila Anda berniat menjual rumah melalui media cetak, sebaiknya buatlah agar gambar rumah tampil semenarik mungkin dengan menggunakan aplikasi komputer, agar lebih cepat menarik perhatian calon pembeli
  7. Berikan tambahan bonus spesial kepada pembeli rumah, seperti berupa beberapa tambahan perabot rumah seperti AC, kulkas ataupun berbagai meubel yang dapat menarik para calon pembeli.

3 Hal yang Membuat Rumah Cepat Laku

Beli Rumah Dapat Pemiliknya
Iklan Rumah yang sempat membuat heboh media sosial – Beli Rumah Dapat Pemiliknya

Setelah mengetahui 7 cara menjual rumah dengan cepat, maka selanjutnya adalah memahami apa saja yang menjadi bahan pertimbahan sebagian besar orang saat membeli rumah dan menjadi alasan sebuah rumah lebih cepat laku dibandingkan dengan rumah lainnya.
Berikut ini 3 hal yang membuat rumah lebih cepat laku, yaitu :

Lokasi rumah yang dekat dengan pusat kota

Harus diakui meskipun rumah yang ditawarkan jauh lebih murah namun bila lokasinya terlalu jauh dari pusat aktivitas sehari-hari, maka hampir sebagian besar calon pembeli mungkin akan mengurunkan niatnya untuk membeli rumah tersebut. Oleh karena itu rumah-rumah yang terletak dekat dengan pusat kota, pusat perdagangan, dan pusat perkantoran akan jauh lebih cepat laku dibandingkan dengan dengan rumah yang jauh, akan tetapi bila akses transportasi angkutan umumnya bagus bisa menjadi salah satu bahan pertimbangan pembeli.

Memiliki surat-surat yang lengkap

Bisa dikatakan hampir 100% pembeli lebih mempertimbangkan untuk membeli rumah yang memiliki surat-surat yang lengkap, hal ini untuk mencegah terjadinya silang sengketa dengan orang lain di masa depan, yang bukan hanya akan merepotkan calon pembeli, akan tetapi juga akan banyak menyita waktu, tenaga dan tentu saja biaya.

Lingkungan yang nyaman dan aman

Lingkungan yang nyaman yang dimaksud disini adalah bebas dari banjir dan dilengkapi sarana dan fasilitas yang baik, dimana Anda akan tetap merasa nyaman dan tidak was-was saat musim penghujan tiba dan tidak kekeringan saat musim panas tiba. Selain itu tentunya faktor keamanan menjadi prioritas utama, apalagi bila Anda tinggal bersama keluarga yang memiliki anak-anak, dimana keamanan dari gangguan masyarakat sekitar maupun pendatang yang tidak dikenal.
Semoga uraian singkat diatas dapat memberikan Anda tambahan pengetahuan mengenai bagaimana cara menjual rumah dengan cepat.

Timing Tepat Jual Rumah Atau Apartemen Untuk Maksimalkan Keuntungan

Tidak mengherankan apabila properti tidak bergerak seperti rumah atau apartemen memang selalu mengalami kenaikan harga. Pasalnya, perbandingan antara jumlah orang yang membutuhkan tempat tinggal dan lahan strategis yang tersedia memang akan selalu berbanding terbalik. Meski demikian, bukan berarti prosesi jual beli rumah merupakan hal yang mudah untuk dilakukan. Bagi Anda yang sedang berusaha menjual rumah pun tidak bisa terlalu percaya diri apabila properti yang akan Anda jual akan langsung laku dengan harga tinggi sesuai ekspektasi Anda. Diperlukan beberapa tips dan trik dalam menjual properti seperti rumah dan apartemen agar Anda bisa benar-benar mendapatkan keuntungan.

Timing yang Tepat!

Unsur penting yang mendukung Anda mendapatkan keuntungan yang lebih maksimal dalam upaya penjualan properti ialah timing yang tepat! Berikut merupakan panduan menentukan timing yang tepat sebelum menjual rumah atau apartemen:

Pahami Perkembangan Pembangunan Sekitar

Tips pertama sebelum menjual properti ialah memahami kondisi di sekitar tempat properti tersebut berdiri. Anda sebaiknya update apabila terdapat proyek-proyek pembangunan atau perkembangan infrastruktur baru di daerah sekitar properti yang akan Anda jual. Misalnya saja, pembangunan jalan tol, supermarket, sekolah, rumah sakit dan lainnya. Jika memang ada rencana konkrit ke arah sana, maka tunggu hingga pembangunan mulai berjalan atau setidaknya sejak terdapat pengumuman yang dirilis ke publik. Melepas properti pada timing seperti ini menjamin terdongkraknya harga jual secara alami.

Aware dan Selalu Update Harga Pasar

Di era property booming yang melanda Indonesia dan diprediksi akan bertahan hingga tahun 2020, perkembangan pembangunan properti—terutama untuk hunian vertikal atau apartemen—menjadi sangat pesat. Lokasi properti di tempat strategis saja tidak cukup ampuh untuk Anda mengharapkan kesepakatan harga jual yang tinggi dengan pelanggan. Sebaliknya, ketika rumah atau apartemen yang Anda jual terletak di wilayah strategis, maka Anda harus bersaing dengan unit-unit hunian baru dari proyek pembangunan perumahan atau apartemen yang pasti banyak fokus di wilayah sekitar properti Anda berdiri. Dengan demikian, Anda perlu selalu waspda dan rajin mengecek harga-harga dari unit yang ditawarkan dari proyek hunian baru di dekat lokasi properti yang akan Anda jual. Apabila harga yang ditawarkan unit hunian baru tersebut selisihnya hanya sedikit dengan harga yang Anda patok untuk properti yang akan Anda jual, maka tahan dahulu untuk melepas properti Anda, setidaknya hingga selisih harga mulai besar atau hingga unit properti baru tersebut sold out.

Perhatikan Inflasi dan Suku Bunga

Memperhatikan perkembangan inflasi dan suku bunga juga masuk dalam trik menentukan timing yang tepat untuk menjual properti. Ketika inflasi sedang tinggi yang kemudian berpengaruh pada naiknya suku bunga BI dan suku bunga KPR/KPA, maka sebaiknya Anda tahan dulu rencana melepas properti. Pasalnya, Anda akan sulit memaksimalkan keuntungan apabila calon-calon pembeli potensial yang menggunakan KPR/KPA mengurungkan niatnya membeli properti hingga suku bunga turun. Contohnya saja, menjelang Pemilu 2014 ketika dikhawatirkan rawan terjadi inflasi, bisnis penjualan properti menjadi sepi peminatnya. Namun, tepat setelah pelantikan Presiden ketika stabilitas suku bunga terjamin, property booming kembali muncul dimana mendadak bisnis properti kembali ramai peminat.

Properti memang menjanjikan untuk dijadikan investasi karena penjualannya sendiri cenderung tidak akan pernah sepi peminat. Meski demikian, dengan memperhatikan panduang menentukan timing yang tepat sebelum melepas properti, dijamin Anda akan lebih dapat memaksimalkan keuntungan dalam kesepakatan penjualan Anda. Selamat dipraktikkan!

 

Tips Praktis Membeli Rumah Tinggal

Saat ini, pilihan mencari rumah tinggal tak hanya melulu terbatas pada pencarian rumah baru dan apartemen. Rumah bekas layak huni, juga menjadi pilihan yang patut dipertimbangkan. Sebelum memutuskan atau membeli salah satu dari berbagai pilihan tersebut, patut dipertimbangkan berbagai hal berikut ini, termasuk tentu saja dalam soal harga.

Melakukan Survey

Biasanya, orang mencari rumah baru karena mereka tidak perlu repot melakukan survei, mencari tanah sesuai anggaran, juga menilai keamanan wilayah tersebut. Saat ini, harga tanah, ongkos tukang bangunan dan harga bangunan tak murah. Membangun rumah baru juga memerlukan kontrol dari si pemilik.  Dengan membeli kaveling siap huni atau siap bangun, apartemen, Anda hanya menunggu waktu untuk menempatinya. Pengembang besar biasanya telah menyiapkan beragam fasilitas dan area komersil. Khusus untuk pembelian rumah bekas layak huni, ada rumah bekas yang telah direnovasi dan biasanya dijual dengan harga kontan. Membeli rumah bekas tentu saja membutuhkan ketelitian dan kehati-hatian ekstra.

Memanfaatkan KPR

Untuk membeli rumah baru, apartemen dan rumah bekas, Anda dapat memanfaatkan KPR (Kredit Pemilikan Rumah). Untuk pembelian rumah baru, Anda diuntungkan karena bisa mengetahui riwayat rumah sejak awal. Anda juga bisa mengetahui jenis material yang digunakan untuk membangun rumah itu. Pilihan  desain rumah, luas dan tipenya, juga dapat dipilih. Perawatan pada rumah baru juga lebih mudah.

Untuk sistem keamanan di perumahan baru, dapat dirancang dan diatur agar menjadi lebih baik. Dari sisi hukum, legalitas dan dokumen rumah baru juga lebih terjamin, karena hal itu bisa diminta dari pengembang yang bersangkutan.

Investasi Dana Awal

Untuk pembelian rumah baru, para penghuni dapat menginvestasikan dana yang tersisa dari membeli rumah. Termasuk juga untuk keperluan usaha wiraswasta. Nilai investasi untuk perumahan baru, apartemen yang dilengkapi dengan fasilitas umum dan sosial juga cenderung naik.

Sedangkan bagi yang memilih membeli aparteman, hal ini tentu saja baik bagi mereka yang menginginkan hal praktis. Mayoritas apartemen berada di pusat kota atau di lokasi-lokasi strategis. Harga apartemen lebih terjangkau dibandingkan rumah, meski biaya pemeliharaan, pelayanan relatif tinggi setiap bulan dan rawan gempa. Sosialisasi juga terbatas dan tak diperkenankan memelihara hewan peliharaan. Apartemen biasanya dilengkapi dengan supermarket, ATM dan berbagai fasilitas pendukung lain, serta bebas banjir.

Pada pembelian rumah bekas, ada beberapa hal yang penting diperhatikan. Seperti memeriksa pondasi rumah, struktur bangunan, lantai, dan atap. Perlu juga diperiksa apakah ada rayap? Biasanya jika salah satu bagian rumah sudah dijadikan sarang rayap, hal itu akan menyebar ke bagian lain. Keberadaan rayap juga tergantung dengan kondisi tanah di seputar perumahan tersebut. Periksa juga lantai apakah ada yang mengembung, apakah ada keramik yang pecah karena memuai? Periksa juga dinding, apakah masih kuat atau sudah retak? Apakah ada air di dinding? Bila masih ada denah awal rumah tersebut, perlu juga melihat hal itu. Ini berguna untuk penempatan perabotan dan manajemen ruangan lainnya. Perlu juga dilihat usia bangunan dan kelengkapan fasilitas, daya dan distribusi listrik, kondisi kabel listrik, intensitas cahaya di setiap ruangan, termasuk sumber air. Apakah air baik untuk dikonsumsi? Periksa juga jalur pembuangan sisa rumah tangga dan  WC, termasuk septi tank, apakah masih lancar?
Termasuk memeriksa jalur gas, akses keamanan, fasilitas umum dan sosial. Periksa juga sertifikat kepemilikan dan IMB, tagihan listrik, air, telepon, retribusi kebersihan dan keamanan, PBB tahun berjalan, dsb.

KPR, Dukungan Keuangan Rumah Rakyat

Kebutuhan masyarakat untuk memiliki akses kepemilikan rumah, disambut baik pihak perbankan sebagai kesempatanuntuk menawarkan fasilitas kredit rumah murah.

Beberapa hal yang perlu diketahui sebelum mengajukan dana KPR (Kredit Pemilikan Rumah), antara lain :

  • Mencari referensi, bertanya dan konsultasi tentang program dari bank terkait dengan kredit rumah murah.
  • Selain itu, perlu untuk mencari testimoni dari orang yang menggunakan bank tersebut.
  • Anda juga perlu mencari tahu tentang developer yang memiliki kemudahan mengangsur uang muka rumah.
  • Hubungi agen rumah yang dapat dipercaya untuk rumah yang sesuai dengan selera dan dana  yang ada.
  • Pilihlah rumah sesuai dana yang ada, dan ingat bahwa target bukan hanya memilih rumah, tapi juga mencari kredit rumah murah.
  • Bila mencari rumah di lokasi pedalaman atau bukan perumahan, belilah dengan cara mengangsur.
  • Pilih rumah yang memiliki jalur/akses yang mudah dan cepat, serta dapat dilalui oleh kendaraan roda empat, juga tak jauh dari sarana pelayanan umum seperti rumah sakit dan instansi keamanan.

Jenis – Jenis KPR

Jenis-Jenis KPR

Sebelum mengajukan KPR, perlu terlebih dahulu mengenal jenis KPR yang ada saat ini, yaitu: KPR bersubsidi yang diperuntukan kepada masyarakat yang berpenghasilan dari menengah ke bawah.

Selanjutnya ada  KPR Non Subsidi yang diberikan untuk seluruh masyarakat, dengan syarat dan ketentuan yang diatur perbankan.

Saat ini, telah hadir KPR Syariah. Jenis KPR ini tidak jauh berbeda dengan KPR non subsidi. Yang membedakan hanya dalam cara bertransaksi yang menggunakan prinsip akad murabahah (jual-beli) atau musyarakah mutanaqishah (kerja sama sewa). Beberapa bank swasta dan pemerintah telah memiliki produk KPR Syariah.

Ada juga Inhouse KPRIstilah ini dipergunakan untuk membedakan antara KPR produk perbankan dan KPR internal yang disediakan pengembang. KPR jenis ini merupakan layanan pengembang bagi pembelian properti yang dapat dicicil bertahap.

Tentu saja pilihan menggunakan KPR menguntungkan masyarakat. Dengan menggunakan KPR, nasabah tidak harus menyediakan dana tunai untuk membeli rumah. Nasabah  hanya menyediakan uang muka saja. Selain itu, peminjaman dana pada KPR memiliki jangka waktu yang panjang untuk mengangsur.

Untuk proses mengajukan KPR, nasabah perlu mengumpulkan dokumen sebagai persyaratan dan ketentuan.

Biaya yang diperlukan meliputi biaya pemrosesan KPR, seperti:

  1. Biaya appraisal,
  2. Biaya notaris,
  3. Provinsi bank,
  4. Biaya asuransi kebakaran,
  5. Biaya premi asuransi jiwa selama masa kredit.

Persyaratan mengajukan KPR

proses kpr

Tentang persyaratan dasar mengajukan KPR adalah

  • Minimal berusia 21 tahun,
  • Memiliki pekerjaan atau penghasilan tetap sebagai  pegawai tetap/wiraswasta/profesional dengan masa kerja minimal satu tahun (pegawai) atau dua tahun (profesional/wiraswasta).
  • Dokumen pendukung yang dibutuhkan antara lain:
    • Foto kopi KTP/paspor/KITAS/KITAP;
    • Slip gaji bulan terakhir /Surat Keterangan Gaji ;
    • Foto kopi rekening koran;
    • Foto kopi Surat Izin Praktik;
    • Foto kopi akte perusahaan dan atau SIUP dan NPWP;
    • Foto kopi tagihan bulanan kartu kredit satu bulan terakhir ;
    • Foto kopi kartu kredit.

Perlu diperhatikan juga saat mengajukan KPR yaitu, jika rumah dibeli dari perorangan, pastikan bahwa sertifikat tidak bermasalah.

IMB harus sesuai dengan kondisi bangunan yang ada.

Bila membeli rumah dari developer, izin developer harus lengkap, seperti:

  • izin peruntukan tanah;
  • izin lokasi,
  • aspek penatagunaan lahan,
  • site plan yang telah  disahkan, dsb.

Perhatikan juga prasarana sudah tersedia, kondisi tanah matang, sertifikat tanah minimal SHGB atau HGB Induk dan IMB induk. Kenali reputasi penjual dan hasil bangunannya dan lakukan transaksi resmi.