KPR, Dukungan Keuangan Rumah Rakyat

Kebutuhan masyarakat untuk memiliki akses kepemilikan rumah, disambut baik pihak perbankan sebagai kesempatanuntuk menawarkan fasilitas kredit rumah murah.

Beberapa hal yang perlu diketahui sebelum mengajukan dana KPR (Kredit Pemilikan Rumah), antara lain :

  • Mencari referensi, bertanya dan konsultasi tentang program dari bank terkait dengan kredit rumah murah.
  • Selain itu, perlu untuk mencari testimoni dari orang yang menggunakan bank tersebut.
  • Anda juga perlu mencari tahu tentang developer yang memiliki kemudahan mengangsur uang muka rumah.
  • Hubungi agen rumah yang dapat dipercaya untuk rumah yang sesuai dengan selera dan dana  yang ada.
  • Pilihlah rumah sesuai dana yang ada, dan ingat bahwa target bukan hanya memilih rumah, tapi juga mencari kredit rumah murah.
  • Bila mencari rumah di lokasi pedalaman atau bukan perumahan, belilah dengan cara mengangsur.
  • Pilih rumah yang memiliki jalur/akses yang mudah dan cepat, serta dapat dilalui oleh kendaraan roda empat, juga tak jauh dari sarana pelayanan umum seperti rumah sakit dan instansi keamanan.

Jenis – Jenis KPR

Jenis-Jenis KPR

Sebelum mengajukan KPR, perlu terlebih dahulu mengenal jenis KPR yang ada saat ini, yaitu: KPR bersubsidi yang diperuntukan kepada masyarakat yang berpenghasilan dari menengah ke bawah.

Selanjutnya ada  KPR Non Subsidi yang diberikan untuk seluruh masyarakat, dengan syarat dan ketentuan yang diatur perbankan.

Saat ini, telah hadir KPR Syariah. Jenis KPR ini tidak jauh berbeda dengan KPR non subsidi. Yang membedakan hanya dalam cara bertransaksi yang menggunakan prinsip akad murabahah (jual-beli) atau musyarakah mutanaqishah (kerja sama sewa). Beberapa bank swasta dan pemerintah telah memiliki produk KPR Syariah.

Ada juga Inhouse KPRIstilah ini dipergunakan untuk membedakan antara KPR produk perbankan dan KPR internal yang disediakan pengembang. KPR jenis ini merupakan layanan pengembang bagi pembelian properti yang dapat dicicil bertahap.

Tentu saja pilihan menggunakan KPR menguntungkan masyarakat. Dengan menggunakan KPR, nasabah tidak harus menyediakan dana tunai untuk membeli rumah. Nasabah  hanya menyediakan uang muka saja. Selain itu, peminjaman dana pada KPR memiliki jangka waktu yang panjang untuk mengangsur.

Untuk proses mengajukan KPR, nasabah perlu mengumpulkan dokumen sebagai persyaratan dan ketentuan.

Biaya yang diperlukan meliputi biaya pemrosesan KPR, seperti:

  1. Biaya appraisal,
  2. Biaya notaris,
  3. Provinsi bank,
  4. Biaya asuransi kebakaran,
  5. Biaya premi asuransi jiwa selama masa kredit.

Persyaratan mengajukan KPR

proses kpr

Tentang persyaratan dasar mengajukan KPR adalah

  • Minimal berusia 21 tahun,
  • Memiliki pekerjaan atau penghasilan tetap sebagai  pegawai tetap/wiraswasta/profesional dengan masa kerja minimal satu tahun (pegawai) atau dua tahun (profesional/wiraswasta).
  • Dokumen pendukung yang dibutuhkan antara lain:
    • Foto kopi KTP/paspor/KITAS/KITAP;
    • Slip gaji bulan terakhir /Surat Keterangan Gaji ;
    • Foto kopi rekening koran;
    • Foto kopi Surat Izin Praktik;
    • Foto kopi akte perusahaan dan atau SIUP dan NPWP;
    • Foto kopi tagihan bulanan kartu kredit satu bulan terakhir ;
    • Foto kopi kartu kredit.

Perlu diperhatikan juga saat mengajukan KPR yaitu, jika rumah dibeli dari perorangan, pastikan bahwa sertifikat tidak bermasalah.

IMB harus sesuai dengan kondisi bangunan yang ada.

Bila membeli rumah dari developer, izin developer harus lengkap, seperti:

  • izin peruntukan tanah;
  • izin lokasi,
  • aspek penatagunaan lahan,
  • site plan yang telah  disahkan, dsb.

Perhatikan juga prasarana sudah tersedia, kondisi tanah matang, sertifikat tanah minimal SHGB atau HGB Induk dan IMB induk. Kenali reputasi penjual dan hasil bangunannya dan lakukan transaksi resmi.