Timing Tepat Jual Rumah Atau Apartemen Untuk Maksimalkan Keuntungan

Tidak mengherankan apabila properti tidak bergerak seperti rumah atau apartemen memang selalu mengalami kenaikan harga. Pasalnya, perbandingan antara jumlah orang yang membutuhkan tempat tinggal dan lahan strategis yang tersedia memang akan selalu berbanding terbalik. Meski demikian, bukan berarti prosesi jual beli rumah merupakan hal yang mudah untuk dilakukan. Bagi Anda yang sedang berusaha menjual rumah pun tidak bisa terlalu percaya diri apabila properti yang akan Anda jual akan langsung laku dengan harga tinggi sesuai ekspektasi Anda. Diperlukan beberapa tips dan trik dalam menjual properti seperti rumah dan apartemen agar Anda bisa benar-benar mendapatkan keuntungan.

Timing yang Tepat!

Unsur penting yang mendukung Anda mendapatkan keuntungan yang lebih maksimal dalam upaya penjualan properti ialah timing yang tepat! Berikut merupakan panduan menentukan timing yang tepat sebelum menjual rumah atau apartemen:

Pahami Perkembangan Pembangunan Sekitar

Tips pertama sebelum menjual properti ialah memahami kondisi di sekitar tempat properti tersebut berdiri. Anda sebaiknya update apabila terdapat proyek-proyek pembangunan atau perkembangan infrastruktur baru di daerah sekitar properti yang akan Anda jual. Misalnya saja, pembangunan jalan tol, supermarket, sekolah, rumah sakit dan lainnya. Jika memang ada rencana konkrit ke arah sana, maka tunggu hingga pembangunan mulai berjalan atau setidaknya sejak terdapat pengumuman yang dirilis ke publik. Melepas properti pada timing seperti ini menjamin terdongkraknya harga jual secara alami.

Aware dan Selalu Update Harga Pasar

Di era property booming yang melanda Indonesia dan diprediksi akan bertahan hingga tahun 2020, perkembangan pembangunan properti—terutama untuk hunian vertikal atau apartemen—menjadi sangat pesat. Lokasi properti di tempat strategis saja tidak cukup ampuh untuk Anda mengharapkan kesepakatan harga jual yang tinggi dengan pelanggan. Sebaliknya, ketika rumah atau apartemen yang Anda jual terletak di wilayah strategis, maka Anda harus bersaing dengan unit-unit hunian baru dari proyek pembangunan perumahan atau apartemen yang pasti banyak fokus di wilayah sekitar properti Anda berdiri. Dengan demikian, Anda perlu selalu waspda dan rajin mengecek harga-harga dari unit yang ditawarkan dari proyek hunian baru di dekat lokasi properti yang akan Anda jual. Apabila harga yang ditawarkan unit hunian baru tersebut selisihnya hanya sedikit dengan harga yang Anda patok untuk properti yang akan Anda jual, maka tahan dahulu untuk melepas properti Anda, setidaknya hingga selisih harga mulai besar atau hingga unit properti baru tersebut sold out.

Perhatikan Inflasi dan Suku Bunga

Memperhatikan perkembangan inflasi dan suku bunga juga masuk dalam trik menentukan timing yang tepat untuk menjual properti. Ketika inflasi sedang tinggi yang kemudian berpengaruh pada naiknya suku bunga BI dan suku bunga KPR/KPA, maka sebaiknya Anda tahan dulu rencana melepas properti. Pasalnya, Anda akan sulit memaksimalkan keuntungan apabila calon-calon pembeli potensial yang menggunakan KPR/KPA mengurungkan niatnya membeli properti hingga suku bunga turun. Contohnya saja, menjelang Pemilu 2014 ketika dikhawatirkan rawan terjadi inflasi, bisnis penjualan properti menjadi sepi peminatnya. Namun, tepat setelah pelantikan Presiden ketika stabilitas suku bunga terjamin, property booming kembali muncul dimana mendadak bisnis properti kembali ramai peminat.

Properti memang menjanjikan untuk dijadikan investasi karena penjualannya sendiri cenderung tidak akan pernah sepi peminat. Meski demikian, dengan memperhatikan panduang menentukan timing yang tepat sebelum melepas properti, dijamin Anda akan lebih dapat memaksimalkan keuntungan dalam kesepakatan penjualan Anda. Selamat dipraktikkan!