Tips Praktis Membeli Rumah Tinggal

Saat ini, pilihan mencari rumah tinggal tak hanya melulu terbatas pada pencarian rumah baru dan apartemen. Rumah bekas layak huni, juga menjadi pilihan yang patut dipertimbangkan. Sebelum memutuskan atau membeli salah satu dari berbagai pilihan tersebut, patut dipertimbangkan berbagai hal berikut ini, termasuk tentu saja dalam soal harga.

Melakukan Survey

Biasanya, orang mencari rumah baru karena mereka tidak perlu repot melakukan survei, mencari tanah sesuai anggaran, juga menilai keamanan wilayah tersebut. Saat ini, harga tanah, ongkos tukang bangunan dan harga bangunan tak murah. Membangun rumah baru juga memerlukan kontrol dari si pemilik.  Dengan membeli kaveling siap huni atau siap bangun, apartemen, Anda hanya menunggu waktu untuk menempatinya. Pengembang besar biasanya telah menyiapkan beragam fasilitas dan area komersil. Khusus untuk pembelian rumah bekas layak huni, ada rumah bekas yang telah direnovasi dan biasanya dijual dengan harga kontan. Membeli rumah bekas tentu saja membutuhkan ketelitian dan kehati-hatian ekstra.

Memanfaatkan KPR

Untuk membeli rumah baru, apartemen dan rumah bekas, Anda dapat memanfaatkan KPR (Kredit Pemilikan Rumah). Untuk pembelian rumah baru, Anda diuntungkan karena bisa mengetahui riwayat rumah sejak awal. Anda juga bisa mengetahui jenis material yang digunakan untuk membangun rumah itu. Pilihan  desain rumah, luas dan tipenya, juga dapat dipilih. Perawatan pada rumah baru juga lebih mudah.

Untuk sistem keamanan di perumahan baru, dapat dirancang dan diatur agar menjadi lebih baik. Dari sisi hukum, legalitas dan dokumen rumah baru juga lebih terjamin, karena hal itu bisa diminta dari pengembang yang bersangkutan.

Investasi Dana Awal

Untuk pembelian rumah baru, para penghuni dapat menginvestasikan dana yang tersisa dari membeli rumah. Termasuk juga untuk keperluan usaha wiraswasta. Nilai investasi untuk perumahan baru, apartemen yang dilengkapi dengan fasilitas umum dan sosial juga cenderung naik.

Sedangkan bagi yang memilih membeli aparteman, hal ini tentu saja baik bagi mereka yang menginginkan hal praktis. Mayoritas apartemen berada di pusat kota atau di lokasi-lokasi strategis. Harga apartemen lebih terjangkau dibandingkan rumah, meski biaya pemeliharaan, pelayanan relatif tinggi setiap bulan dan rawan gempa. Sosialisasi juga terbatas dan tak diperkenankan memelihara hewan peliharaan. Apartemen biasanya dilengkapi dengan supermarket, ATM dan berbagai fasilitas pendukung lain, serta bebas banjir.

Pada pembelian rumah bekas, ada beberapa hal yang penting diperhatikan. Seperti memeriksa pondasi rumah, struktur bangunan, lantai, dan atap. Perlu juga diperiksa apakah ada rayap? Biasanya jika salah satu bagian rumah sudah dijadikan sarang rayap, hal itu akan menyebar ke bagian lain. Keberadaan rayap juga tergantung dengan kondisi tanah di seputar perumahan tersebut. Periksa juga lantai apakah ada yang mengembung, apakah ada keramik yang pecah karena memuai? Periksa juga dinding, apakah masih kuat atau sudah retak? Apakah ada air di dinding? Bila masih ada denah awal rumah tersebut, perlu juga melihat hal itu. Ini berguna untuk penempatan perabotan dan manajemen ruangan lainnya. Perlu juga dilihat usia bangunan dan kelengkapan fasilitas, daya dan distribusi listrik, kondisi kabel listrik, intensitas cahaya di setiap ruangan, termasuk sumber air. Apakah air baik untuk dikonsumsi? Periksa juga jalur pembuangan sisa rumah tangga dan  WC, termasuk septi tank, apakah masih lancar?
Termasuk memeriksa jalur gas, akses keamanan, fasilitas umum dan sosial. Periksa juga sertifikat kepemilikan dan IMB, tagihan listrik, air, telepon, retribusi kebersihan dan keamanan, PBB tahun berjalan, dsb.